Tampilkan postingan dengan label cerita tanah jawa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerita tanah jawa. Tampilkan semua postingan

Selasa, 12 Juni 2012

Petunjuk Penulisan Rajah & Wafaq *

Petunjuk Penulisan Rajah & Wafaq

*
Segala macam tulisan / simbol / Rajah / Asma’ suci yang ditulis untuk dijadikan sebagai azimat (jimat) pasti ada syaratnya. Artinya tidak sembarangan menulis. Dalam sepengetahuan saya, para spiritualis dan guru mistik mempunyai cara dan syarat yang berbeda-beda dalam menulis Rajah sebagai azimat. Tapi syarat yang penting adalah keyakinan dan kemampuan menjalin energi ghaib. Yang bisa didapat dengan jalan ber-meditasi, tapa, tirakat, puasa atau dengan berbagai lelaku lainnya. Kemudian dilanjutkan dengan Tatacara menulis yang baik sesuai kaidah penulisan Rajah.
Berikut ini saya jabarkan salah satu teknik cara menulis Rajah yang telah kami praktekan selama ini.
Kaidah penulisan Rajah sebagai Azimat
  1. Bersuci baik badan, pakaian maupun tempat (bersih). Untuk mensucikan badan dengan cara mandi keramas (jinabat) dengan niat untuk menghilangkan hadast besar dan lakukan wudhu untuk membersihkan hadast kecil.
  2. Selama proses pembuatan ajimat tidak diperbolehkan bicara (diam/khusyuk) kecuali ada doa khusus yang harus dibaca.
  3. Nafas harus cepat keluar lewat lubang hidung sebelah kanan atau bisa dengan tahan nafas.
  4. Sebisa mungkin lafal Rajah ditulis secara benar (sesuai aslinya) dan rapi. Bila huruf tersebut berlubang maka harus ditulis berlubang. Mengikuti kaidah penulisan Rajah.
  5. Memakai wewangian. Biasanya memakai zakfaron, misik, air mawar untuk campuran tintanya. Namun ini bukan syarat  mutlak, karena memang ada beberapa jenis Rajah yang mensyaratkan memakainya tapi ada juga jenis rajah yang tidak perlu memakai campuran minyak wangi.
  6. Pena yang digunakan adalah bisa pena biasa (bolpoint), spidol, atau pena yang dibelah ujungnya (seperti gambar dibawah ini). Disesuaikan dengan jenis Rajahnya.
Gambar. Bentuk Pena belah ujung
Pemilihan Waktu Terbaik Membuat Azimat
Untuk pemilihan waktu pembuatan ajimat, tergantung dari jenis ajimat yang akan dibuat. Misalnya Jenis ajimat keselamatan, pagar ghaib, perlindungan, hari yang baik adalah malam Jumat (Kliwon). Untuk jenis ajimat kerejekian, pelarisan usaha dan sejenisnya, dibuat pada hari Kamis (Legi). Untuk jenis ajimat pengasihan dan kasih sayang, dibuat pada hari Kamis atau Selasa (Kliwon). Dan lain-lain, intinya semua disesuaikan dengan jenis ajimatnya.
Dikarenakan harus disesuaikan dengan waktu, maka pembuatan ajimat memang tidak bisa dibuat setiap hari. Ini seperti halnya dalam Mantra-Aji Jawa, telah ditentukan harinya untuk memulai ritual/puasanya. Misalnya Ajian Bandung Bondowoso, ritualnya Nglowong yang dimulai hari Sabtu Kliwon. Ajian Kulhu Sungsang, ritual Patigeni dimulai hari Selasa Kliwon dsb. Jika menulis rajah tidak dijadikan sebagai ajimat, misalnya hanya untuk terapi penyembuhan (rajah direndam dalam air) maka rajah tersebut bisa ditulis kapan saja saat membutuhkannya.
Arah Pandangan
Bagi saya arah pandangan yang terbaik saat membuat ajimat adalah menghadap kiblat. Karena semulia-mulia arah adalah Qiblat. Namun tidak mutlak selalu demikian, disesuaikan dengan jenis rajah dan kondisinya.
DOA-DOA
  1. Sebelum melakukan penulisan rajah diawali membaca doa ini 3 x: “Bismillahir rohmanir rohim. Qul uhiya ilay’ya anahustama’a nafarun minal jinni wa bihaqqi Kaf Haa Yaa Aiin Shood wa bihaqqi Haa Miim AiinSiin Qoof”
  2. Kemudian dilanjutkan dengan melakukan meditasi sejenak (menjalin energi ghaib) setelah itu baru dilakukan penulisan rajah.
  3. Rajah yang telah selesai ditulis kemudian dillipat dan dibungkus dengan kain lapis 7, agar tidak mudah rusak dan kotor apabila dibawa-bawa.
Saat akan melipat atau membungkus Rajah bacalah :
  • Surat Al fatihah (1x)
  • Innaa fatahnaa laka fat’ham mubiinaa  (3x) (Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata)
  • Nasrun minallahi wa fat’hun qoribun, wa bas’syiril mu’miniin (3x) (Pertolongan dari Allah dan kemengan yang dekat (waktunya). Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang beriman)
  • Allohuma sholi ala sayidina muhammadin (3x) (Ya Allah, limpahkanlah rahmatmu kepada junjungan kami Muhammad)
  • Astagfirullah hal ‘adhim (3x) (Artinya: Aku memohan ampun kepada Allah Yang Maha Agung)
  • Laa illaaha illaallah (3x)  (Artinya: Tidak ada Tuhan selain Allah)
  • Inna taqorruban ilallohil aliyyil adhim (3x) (Artinya: Bahwasanya ini merupakan taqorrub kepada Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung)
Demikian Tatacara pembuatan ajimat. Memang dalam pandangan sebagian orang, cara ini terkesan ribet, tidak praktis, harus menunggu hari-hari tertentu. Namun demikianlah tuntunan ilmu yang kami amalkan, jadi ini bukan sekedar teori seperti dibuku-buku mujarobat. Dengan dasar intuisi yang kuat (semacam ilham) dan kewaskitaan (Visi) maka pembuatan ajimat menjadi tidak sulit.
Sebagai gambaran seperti berikut: Saya pribadi membuat ajimat bukan karena kemauan sendiri, tapi karena intuisi (orang biasanya menyebut: ilham) yang hadir dalam diri ketika terjaga ataupun lewat mimpi yang menuntun untuk membuat ajimat dihari sekian, tanggal sekian. Setelah azimat selesai dibuat, ternyata beberapa hari kemudian datanglah orang yang membutuhkannya. Saat itulah saya berikan ajimat tersebut. Ini hanya sekedar contoh, tidak selalu melulu seperti itu.
Dengan tuntunan dari ilham dan visi inilah maka tidak ada azimat rajah yang dibuat dengan sia-sia. Artinya sia-sia: tidak pernah digunakan, hanya mengganggur disimpan dalam lemari dan akhirnya malah dikeramatkan. Ini yang berbahaya (syirik). Jadi membuat azimat/rajah itu hanya ketika diperlukan saja, baik untuk diri pribadi atau orang lain yang membutuhkan disaat yang tepat.
Ketika azimat tidak lagi diperlukan, jangan membuangnya, tapi musnahkanlah dengan cara dibakar sampai jadi abu. Karena bila dibuang ditempat sampah, hal tersebut dianggap merendahkan asma suciNYA. Tidak selayaknya lafal asma suciNYA terbuang ditempat kotor.
Bagi saya, Azimat / rajah hanya sekedar sarana, daya dan kekuatan tetap dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Mulai dari sini kita akan semakin menyadari, bukan hanya sekedar tahu, salah satu keagungan dari asma suciNYA.

MENGISI ENERGI GAIB KE DALAM BATU AKIK

MENGISI ENERGI GAIB KE DALAM BATU AKIK

Saya yakin, mayoritas pembaca disini tahu dengan apa yang disebut Batu Akik. Ya, salah satu batu mulia jenis agate yang memungkinkan menampakan gambar dan motif tertentu mirip ikan, burung, orang, pemandangan dan sebagainya. Akik bisa terdapat bermacam warna atau sewarna saja. Bisa dipakai untuk cincin, liontin( kalung), dan aksesori lain. Meskipun tingkat kekerasan batu akik tergolong menengah, namun harganya tak kalah dengan berlian jika motifnya langka dan bagus. Kata para ahli pengerajin batu alam, Akik Indonesia paling kaya warna dan motif bila dibanding akik dari negara lain. Kandungan batuan di wilayah Nusantara ini memang sangat luar biasa.
Sebagian besar orang mencari dan memakai batu akik karena keindahannya. Tapi sebagian orang juga mempercayai kekuatan supranatural yang terdapat dalam batu akik. Batu akik dianggap memiliki khasiat mampu meningkatkan wibawa pemakainya, memberi kekuatan, penepis bala atau bahkan melindungi dari guna-guna (magic).
Bagi para pecinta dunia gaib, untuk mendapatkan batu akik yang memiliki tuah dan khasiat, biasanya dengan cara melakukan ritual penarikan dari alam ghaib. Namun bisa juga dengan membeli dari paranormal yang menjualnya. Atau warisan dari orang tua dan Guru spiritual. Selain dengan cara itu, sebenarnya kita bisa mengisinya sendiri dengan energi ghaib. Simak caranya berikut ini.
Jika anda ingin mengisi energi ghoib kedalam batu akik agar bertuah, misalnya untuk tujuan kewibawaan, pengasihan, pagar diri gaib bagi pemakainya atau tujuan yang lainnya, anda bisa melakukannya dengan ilmu berikut ini. Tentu saja semua ini dengan mengharap ridho dan kekuatan kepada Allah swt.
Cara pengisiannya sebagai berikut :
1.  Sediakan batu akik yang akan diisi energi ghoib.
2.  Badan anda, pakaian dan tempat yang dipakai pengisian harus bersih.
3.  Duduk tenang (khusyuk).
4.  Baca niat tujuan pengisian energi gaib ke dalam batu Akik ini. Misalnya :
“Bismillahirrohmannirrohim. Yaa Allah saya berniat memohon Energi dan Kekuatan ghoib untuk keselamatan / kewibawaan. LAA HAULA WA LAA QUWWATA ILLA BIL LAAHIL ALIYYIL ‘ADHIIM”
5.  Pegang batu Akik tersebut lalu bacakan Asma’ ini sebanyak 440 x dan setiap sekali bacaan langsung ditiupkan pada batu akik tersebut.
“ALLOHUMA SHOLI ALA SAYIDINA MUHAMMADIN WA ALIHI WA ASHOBIHI WASALIM. BADANKU ROSO JATI SEJATINE ROSO MANJING ANA ING TENGAH-TENGAHE KA’BATULLAH.”
6.  Setelah selesai ucapkan syukur kepada Allah swt dengan membaca Alhamdulillah. Batu Akik siap dipakai dan ingat, Selalulah bertawakal kepada Allah swt.
Demikianlah sekedar pengetahuan tentang salah satu tatacara dibalik pengisian Batu Akik. Semoga bermanfaat.

Senin, 20 Desember 2010

Mengenal Ilmu Kadigjayaan Silat Jawa

bukan hanya dongeng atau isapan jempol belaka, bila Ilmu Silat tanah Jawa memang banyak di bumbui dengan Aji Jaya Kawijayaan atau Ilmu Kadigjayaan. Apa saja Ilmu Jaya Kawijayan tersebut? kami akan coba ungkap dibawah ini, setidaknya sekedar untuk menambah pengetahuan dan wawasan atas budaya nenek moyang … :)

AJI RAJAH KALACAKRA – Rajah Kalachakra merupakan senjata ghoib yang bisa untuk membinasakan musuh yang sakti. Rajah inipun juga bisa untuk pagaran tubuh, pagaran rumah dan lain-lainnya. Biasanya rajah ini berupa sinar berputar dan terletak didada pemiliknya. Bagi yang sudah bisa melihat alam ghoib, akan bisa melihat ujud rajah ini.

AJI BRAJAMUSTI – Dizaman dulu aji Brajamusti adalah aji kebanggan para pendekar. Kerana aji Brajamusti ini merupakan perisai badan yang ampuh sekali. Orang yang mempunyai aji brajamusti mempunyai kekuatan badan dan kekuatan ghaib yang tidak ada tandinggannya. Maka orang yang memiliki tidak bisa menggunakan aji brajamusti kalau tidak dalam keadaan terpaksa. Sebab kalau digunakan sembarangan bisa membahayakan lawan. Kegunaan aji brajamusti selain untuk mengisi kekuatan badan dan tangan, aji barajamusti juga sebagai aji kekebalan terhadap berbagai macam senjata tajam. Senjata yang ampuh bagaimanapun kalau terkena aji brajamusti pasti akan tawar, tak bertuah.

AJI BANDUNG BONDOWOSO – Seperti halnya aji Brajamusti, aji Bandung Bondowoso juga mempunyai khasiat yang luar biasa hebatnya. bagi orang yang mengamalkan aji Bandung Bodowoso akan mempunyai kekuatan badan yang mentakjubkan. Barang yang mustahil bisa diangkat dengan kekuatan manusia, maka dengan aji Bandung Bodowoso barang itu dapat diangkat dengan mudah. Bahkan lebih dari itu dengan aji ini orang bisa menagkis tanpa cidera semua senjata tajam. Senjata tajam akan terpental dengan sendirinya bila mengenai badannya.

AJI INTI LEBUR SAKHETI – Inti lebur saketi merupakan ajian pamungkas handalan beberapa perguruan. Ajian ini bila diamalkan terus menerus dayanya sangat hebat, bisa digunakan untuk membakar hangus golongan jin yang sakti. Tetapi bisa juga untuk pengobatan, khususnya orang yang kena santet, teluh, tenung, sihir dan lainlainnya lagi. Aji ini kerana dayanya yang dahsyat tidak bisa digunakan sembarangan.

AJI KOMARA GENI – Aji Komara Geni sejenis Gembala Geni yang juga merupakan aji pamungkas. Komara Geni bisa juga digunakan untuk membakar bangsa jin. kegunaan aji Komara Geni selain untuk pukulan kontak membakar jin, juga untuk pagaran badan, pagaran rumah dan pengobatan berbagai penyakit. Yang penting adalah niat si empunya aji ini.

AJI BADA’ TUBI – Sebenarnya aji Bada’ Tubi ini merupakan aji kekebalan yang tak kalah dengan aji Tameng Waja atau Blabak Pengantolan. Bahkan aji ini mempunyai kelebihan untuk bertempur. Ilmu kontak Bada’ Tubi bisa membikin lawan kaku seperi patung (terkunci).

AJI JALA SUTRA – Aji Jala Sutra bila diamalkan dengan baik dapat untuk melumpuhkan lawan dan kesaktiannya. Biasanya musuh yang kena aji Jala Sutra akan menjadi lemah tak berdaya, semua kesaktian seolaholah punah.

AJI KANCING KONCI – Amalan Kancing Konci ini khusus digunakan untuk mengunci lawan. lawan yang terkunci gerakannya akan terhenti seketika dan seolah-olah tubuhnya kaku, sukar digerakkan. amalan Kancing Kunci ini sangat penting dimilki oleh orang-orang perguruan tenaga dalam, kerana bisa menunjang keampuhan jurus-jurus kuncian.

AJI GELAP SAYUTA – Orang dulu sering membangga-banggakan aji Gelap Sayuta, kerana orang yang mengamalkan ajian ini suaranya bisa menggetarkan orang yang mendengarkan. Untuk pukulan tenaga dalam yang dilamuri ajian ini bisa mematikan lawan.

AJI QULHU GENI – Qulhu Geni merupakan ajian khusus untuk mengalahkan bangsa jin setan, Menurut orang dulu bila dibaca 1 kali, maka syetan putus tangan kirinya, bila dibaca 2 kali putus tangan kanannya, bila dibaca 3 kali putus kedua kakinya dan bila dibaca 4 kali akan lebur seluruh badannya.

AJI QULHU DERGA BALIK – Kekuatan Qulhu Derga Balik hampir serupa dengan Qulhu Geni dan Komara Geni. amalan ini bisa digunakan untuk kontak, pagaran tubuh dan mengobati orang kena tenung, santet,. Bla diserang akan kembali pada sipenyerang. Sudah barang tentu agar amalan ini bisa lebih mujarab harus sering di wirid.

AJI MACAN PUTIH – Aji Macan Putih merupakan aji kewibawaan yang sangat tinggi. Bila aji ini diwatek (di rapal), suaranya bisa membuat lawan gemetar dan nyali lawan menjadi kecil.

AJI LEMBU SEKILAN – Aji Lembu Sekilan ini sangat terkenal sejak dahulu, hingga sekarang. Aji ini memang sangat baik untuk keselamatan dalam pertempuran. Bila diamalkan dengan baik semua serangan lawan baik menggunakan tangan kosong maupun senjata tajam bahkan senjata api tak akan mengenianya.

AJI TAMENG WAJA – Aji Tameng Waja adalah aji khusus kekebalan. daya keampuhannya memang hampir dengan aji Lembu Sekilan. barang siapa mengamalkan aji tameng waja ini dengan baik Insya Allah dalam suatu pertempuran tidak akan cedera oleh senjata lawan.

AJI TEGUH ALOT PAYUNG ALLOH – Aji Teguh Alot Payung Allah ini adalah merupakan aji keselamatan dan kekebalan yang sangat ampuh. Dulu aji ini sangat dirahasiakan, setelah ditimbang-timbang demi perkembangan ilmu didunia ini maka bisa disebar luaskan.

AJI PANCASONA – Aji Pancasona sangat terkenal sejak zaman dahulu. Dalam pewayangan aji ini dimiliki oleh Prabu Dasamuka. Siapa memiliki Aji Pancasona sukar untuk matinya. Kerana bila tertembak misalnya dan kena hingga mati, maka setelah jatuh ke tanah ia akan hidup lagi dan bekas lukalukanya akan lenyap. Aji Pancasona memang hampir sama dengan aji Rawarontek. Orang yang memiliki aji ini matinya hanya bisa bila kepala dan tubuhnya dipisahkan dan ditaruh di tempat yang sangat jauh, bila mungkin dipendam di dalam sumur yang dalam.

AJI BENGKELENG – Aji Bengkeleng di zaman dahulu sangat dirahasiakan. Kerana itu sangat jarang yang memilikinya. Keunggulan aji Bengkeleng sebagai ilmu kebal adalah kalau orang yang mengamalkan aji tersebut sempurna, bila kena senjata tajam dan peluru rasanya seperti kena titisan air.

AJI PAYUNG ALLOH – Amalan Payung Allah adalah amalan untuk keselamatan atau pageran badan. Amalan ini nampaknya memang sederhana, tetapi khasiatnya sangat luar biasa. Amalan ini sangat penting untuk mereka yang sering bergelut dengan dunia kekerasan.

AJI WA LAQAD – Amalan Wa Laqad yang diambil dari surat saba’ ayat 10 mmpunyai khasiat yang mengagumkan yaitu Untuk ajian dan Untuk kesaktian yang dapat membengkokkan besi atau mematahkan baja.

AJI SAIFI ANGIN – atau Sapu Angin adalah suatu kedikdayaan yang dapat mempercepat seseorang dalam perjalanan. Dengan aji Sapu Angin ini orang dapat menempuh jarak jauh dalam waktu yang singkat, ibaratnya lebih cepat darai pesawat terbang. Aji ini pula yang menjadikan orang seperti kijang atau burung srikatan dalam kecepatan bergerak. Orang yang mempunyai aji sapu angin dan mengamalkan dengan baik dapat meringankan tubuh sringan-ringannya, sehingga dapat lari cepat sekali. Dahulu para wali songo selalu menggunakan aji sapu angin ini, khusunya bila diundang untuk rapat di masjid demak.

AJI SUKET KALANJANA – Aji Suket Kalanjana merupakan aji untuk melihat alam ghaib, aji ini sangat kuno dan langka. Jarang orang yang memilikinya. aji Suket Kalanjana ini bila diamalkan dengan baik akan bisa tahu alam ghaib, seperti tahu ujudnya bangsa jin, setan dan sebagainya hanya saja syarat laku ilmu ini sangat sukar, kecuali bagi orang-orang yang berbakat.

AJI PANGLIMUNAN – Sangat jarang orang sakti yang memiliki aji Panglimunan. aji Panglimunan adalah aji untuk menghilang atau untuk menutup suatu benda agar tidak nampak. aji ini memang cukup berbahaya bila disalah gunakan.

AJI SENGGORO MACAN – Aji Senggoro Macan adalah suatu ilmu kedikdayaan yang diambil dari nenek moyang dari daya kewibawaan binatang macan. apabila seekor macan telah mengeluarkan aumnya maka calon mangsanya tidak akan berkutik. Untuk dapat menguasai ilmu tidak mudah, siapa saja yang mempunyai ilmu ini akan disegani oleh segenap manusia.

ILMU KARANG – Orang yang memiliki ilmu ini akan ditakuti lawan, sebab bila sampai terkena tanggannya menyebabkan kematian. apa yang tersentuh oleh tangan orang yang menguasai Ilmu Karang akan lebur. Di Kalimantan ilmu ini disebut dengan Pelebur. Persyaratan agar kita bisa memiliki ilmu yang langka ini tidaklah mudah, sebab ilmu ini yang ditakuti oleh semua mahluk. Untuk mendapatkan dan memiliki ilmu ini kita harus mampu menaklukkan berbagai cobaan dari diri kita dan dari bangsa jin.

AJI MEGANANDA – Aji ini adalah suatu ilmu yang dapat menidurkan orang /lawan. keampuhan ilmu sulit dicari tandingannya dari zaman nenek moyang hingga kini.

AJI KRESNA – Aji Kresna ini untuk menjadikan tubuh seperti raksasa bila dilihat musuh . Bila tidak dalam keadaan terancam keselamatan dirinya, tidak bisa aji yang satu ini dikeluarkan. Sebab musuh akan menjadi gila kerana takut dengan penglihatannya. Dalam pewayangan, yang memiliki aji ini hanyalah Prabu Dewa Kresna.

AJI PENATASAN – Orang yang menyimpan ilmu penatasan ini akan dapat melumpuhkan lawan tanpa perlawanan. Sebab penatasan sejenis ilmu yang dapat melumpuhkan lawan dan mematikan semua ilmu yamng dimilkilawan. orang yang memilki ilmu ini hanya menggunakan lewat tangan atau mata. Tentunya dengan menggunakan jurus-jurus dan ilmu-ilmu tersebut dialirkan pada tangan, atau kaki, mata. Akan tetapi dalam penggunaan ilmu ini tidak bisa sembarangan. Kalau kita dalam keadaan terdesak barulah ilmu bisa anda keluarkan, sebab jika tidak dalam keadaan yang membahayakan keselamatan, dan ilmu digunakan dulu, maka musuh akan lumpuh total. Persyaratan untuk mendapatkan ilmu ini juga tidak mudah dilaksanakan.

AJI TUGUMANIK JAYAKUSUMA – Kehebatan dan kegunaan ilmu ini hampir menyerupai ilmu Pancasona, namun ilmu juga berbeda dengan dengan ilmu Pancasona, jika ilmu Pancasona bisa hidup kembali bila potongan tubuhnya tidak dikubur melalui sungai. akan tetapi ilmu Tugumanik Jayakusuma tidak akan mati kalau belum waktunya.(kalau belum tuhan yang mematikan).

AJI PANGUNCEN – Aji Panguncen ini salah satu ilmu yang digunakan para siswa perguruan tenaga dalam. Sebab dengan ilmu ini musuh bila terkena akan terhenti gerakannya. Dalam pengerakan ilmu ini kita harus mempunyai tenaga dalam yang sudah sempurna.

AJI CIUNG WANARA – Dengan aji Ciung Wanara ini anda mampu mengalahkan musuh yang sangat tinggi ilmunya. Bukan itu saja anda akan ditakuti segenap binatang, baik binatang yang hidup didarat maupun yang hidup diair. Aji Ciung Wanara juga dapat menundukkan bangsa jin dan bangsa makhluk ghaib lainnya. Serta dapat menundukkan ilmu sesat seperti tenung, teluh dan santet.

AJI GEMBALA GENI – Siapa yang memiliki aji Gembala Geni bila digunakan maka bangsa jin akan terbakar. Disamping itu bisa digunakan untuk membakar orang yang mempunyai sifat angkara murka. Persyaratan untuk dapat memiliki ilmu Gembala Geni tidaklah ringan. Berbagai cobaan yang menggoda dada kita harus mampu kita tundukkan. Bila kita masih bernafsu untuk menyombongkan suatu ilmu seperti gembala Geni mengakibatkan diri kita terasa terbakar.

AJI KIDANG KUNING – Orang yang memiliki ilmu satu ini dalam berjalan atau dalam bepergian jauh dengan kecepatan yang luar biasa dan susah diikuti dengan pandangan mata. Dalam dunia pesilatan ilmu ini disebut ilmu meringankan tubuh. Dengan secepat kilat kita akan sampai pada tempat yang dituju.

AJI TINGGENGAN – Aji Tinggengan ini kegunaannya sama dengan aji Panguncen. Bila orang yang memiliki aji Tinggengan ini dalam menghadapi lawannya dialirkan lewat tangannya hingga lawan yang terkena sentuhan tangannya tidak akan bergerak.

AJI WISA KIBLAT PAPAT -racun yang dikeluarkan binatang seperti ular, sangat membahayakan bagi keselamatan orang yang digigitnya. Tapi bila orang orang yang digigit ular dan binatang beracun lainnya mempunyai penangkalnya tidaklah hal yang aneh. Anda bisa menangkal racun tersebut dengan menggunakan aji Kiblat Papat.

AJI WISA BATHARI DURGA – adalah aji untuk menangkal racun ular belang. Yang mana racun tersebut sangat ganas. Bila ada orang yang digigit ular tersebut tidak segera diobati akan membawa pada kematian. Namun selama ini belum ada obat yang dapat menangkal racun ular tersebut. Sebab racun tersebut menjalar dengan cepat dalam aliran darah dan langsung menyerang jantung. Dalam beberapa menit orang tersebut akan mati . Bila anda menguasai aji ini dengan mudah menyembuhkannya.

AJI WISA SANG KALITAR PUTIH – Orang yang memiliki aji Wisa Kalitar Putih akan mampu menundukkan bisa racun ular sendok/cobra. Racun ular cobra hampir sama dengan ular belang. Kekuatan racun ular cobra agak lambat menjalar ke jantung.

AJI WISA WARIS KANJENG SINUHUN YOGYAKARTA – Warisan ilmu sebenarnya jarang diturunkan pada anaknya. Namun berhubung banyak masyarakat waktu zaman kerajaan yang takut dengan racun ular ataupun racun kalajengking, maka ilmu diajarkan pada masyarakat.

AJI PAMBUNGKEM SAWER (ULAR) – Aji ini untuk melumpuhkan ular dengan cara membungkam mulutnya agar tidak mengigit kita.

AJI BISA KALAJENGKING – Binatang kalajengking juga mempunyai bisa yang kuat, apalagi kalajengking yang berwarna biru. Untuk menangkal racun tersebut gunakan mantra aji wisa kalajengking.

AJI SEMAR NANGIS – adalah ilmu pelet tingkat tinggi. Dalam pelaksanaan puasa untuk dapat memilki ilmu ini, harus berpuasa selama 4 hari 4 malam, kemudian dilanjutkan dengan pati geni semalam.

AJI SELASIH IRENG – Ilmu pelet yang sangat tepat bila digunakan pada anak perempuan yang sombong / orang tuanya tidak menyukai anda.

AJI SEMAR KUNING – Pengasihan Semar Kuning digunakan untuk perempuan yang memutuskan hubungan cinta. Bila aji ini anda rapal maka perempuan yang anda tuju akan menangis untuk meminta kembali bersatu. Jika anda tidak melayani permintaan untuk kembali lagi dengannya bisa mengakibatkan gila.

AJI SILU JANGGAH – Kegunaan ilmu ini untuk guna-guna pada seorang gadis yang menjadi rebutan. Apabila gadis tersebut sudah takluk apada anda, jangan dipermainkan cintanya.

AJI WIJAYAKUSUMA – Aji ini sebenarnya milik raja-raja dizaman dahulu. Sehingga banyak rakyat dijadikan selir. Anda bisa memiliki ilmu ini namun anda harus mampu membahagiakan para isteri anda.

AJI DEWA MANIK – Aji Dewa Manik ini bila dirapal pada suatu perkumpulan, anda akan disenangi orang yang berada di perkumpulan tersebut. Dan apabila dirapal seseorang pada orang yang dikehendaki, maka anda akan dikasihi oleh orang tersebut.

AJI JARAN GOYANG – Ilmu pelet yang sudah sangat terkenal. Persyaratan untuk memiliki ilmu ini tidaklah mudah. Sebab ilmu Jarang Goyang sangat ampuh untuk mengguna-guna seorang gadis atau sebaliknya.

AJI MENJANGAN PUTIH – Kegunaan dari ilmu ini sama dengan pengasihan lainnya.

Ajian-ajian diatas adalah beberapa contoh saja dari begitu banyak ajian yang diciptakan oleh nenek moyang kita. Dalam perkembangannya, ada ajian yang memang sudah punah karena tidak diturunkan ke generasi selanjutnya dan masih banyak juga yang masih exist bahkan telah dimodifikasi sedemikian rupa agar makin ampuh.

PEMILIK AJI PANCASONA.MAYATNYA DI GANTUNG

Kabar hilangnya Mbah Parijan menggegerkan kampung kecil itu.Laki-laki yang sudah tua dan sakitsakitan itu terakhir kali diketahui oleh keluarganya masih berada di kamarnya pada pagi tadi.

Saat semua orang sibuk bekerja di sawah, Mbah Parijan sendirian di rumah.Ketika Mbah Semi, istrinya, pulang dari sawah dan tidak mendapati suaminya berada di kamar,spontan perempuan itu jadi panik. Seluruh anggota keluarga dan para tetangga dikerahkan untuk mencarinya. Hingga sore Mbah Parijan belum ditemukan.Tempat-tempat yang biasa didatangi oleh orang tua itu nihil, begitu juga di rumah famili atau kerabat.

Tapi orangorang tak yakin Mbah Parijan pergi jauh dari rumah. Sebab, dengan kondisi badan yang masih sakit dan lemah mustahil laki-laki tua itu bepergian jauh. Kecuali kalau ada yang mengajaknya pergi dengan naik kendaraan. Namun, para tetangga kiri kanan tidak ada yang melihat Mbah Parijan pergi dengan seseorang. “Jika tidak seorang pun yang tahu dia pergi ke mana, lalu menghilang ke mana Mbah Parijan…?” celetuk seseorang dengan nada bingung dan heran.

Tak ada yang menjawab celetukan orang itu.Semua orang pun bingung dan tak tahu, ke mana mencari Mbah Parijan.Mereka sudah berkeliling desa, tapi hasilnya nihil. Mereka kemudian kembali lagi ke rumah Mbah Parijan untuk memberikan laporan. Namun sayang, tak satu pun yang memberikan jawaban memuaskan. Mbah Semi tak kuasa menahan tangis kesedihan. “Oalah, Pakne.

Kelayapan ke mana saja sih kamu.Sudah tua dan sakit-sakitan kok ya pergi dari rumah…,” Mbah Semi tergugu di atas bale-bale. “Jangan-jangan Mbah Parijan digondol wewe?” ujar seseorang dengan seenaknya. “Huss, masak siang-siang ada wewe!”sergah yang lain. “Iya,nih.Kamu itu kalau omong jangan ngawur. Yang namanya wewe itu biasa nggondol anak kecil, bukan orang dewasa kayak Mbah Parijan. Lagi pula sangat tidak masuk akal ada orang setua Mbah Parijan dibawa lelembut!” ujar Pak RT.

“Habis, ke mana Mbah Parijan pergi? Masak kita semua tidak ada yang tahu di mana keberadaan Mbah Parijan?” Semua orang terdiam.Tak ada yang mampu memberikan jawaban. Kepergian Mbah Parijan yang amat misterius ini memang menimbulkan banyak tanda tanya. Menumbuhkan berbagai spekulasi dan dugaan yang beraneka ragam. Namun, tak satu pun menuju kepada suatu kesimpulan.Semua orang hanya sibuk merekareka.

Kepergian Mbah Parijan tanpa pesan dan jejak menjadi sebuah misteri tersendiri. Tiba-tiba Pardi, anak tertua Mbah Parijan, menyeret tangan Pak RT ke sudut rumah. Dengan suara berbisik-bisik seolah takut kedengaran oleh yang lain, lakilaki empat puluhan tahun itu bicara pada Pak RT. “Begini, Pak RT. Saya curiga, jangan-jangan bapak saya mau mencari jalan pintas!” “Mencari jalan pintas bagaimana maksudmu?” tanya Pak RT tak mengerti. “Ya,mencari jalan pintas untuk mengakhiri penderitaannya.

Seperti Pak RT tahu, bapak saya sudah lama menderita komplikasi penyakit bertahun-tahun. Dia mungkin merasa putus asa dan memilih untuk mengakhiri hidupnya…” “Bunuh diri, maksudmu?” potong Pak RT. “Ya!” “Kamu yakin, bapakmu punya niat bunuh diri?” “Yakin, Pak! Sudah beberapa hari ini dia suka meratap dan mengeluh.Tiap malam kalau pas sakitnya kumat dia suka menyebut- nyebut pengen mati. Dia merasa tak kuat lagi menanggung sakit.”

“Orang kalau lagi sakit berat terkadang tidak sadar dengan apa yang diucapkannya. Secara spontan orang sekarat bisa saja mengucap pengen mati dari pada harus disiksa dengan rasa sakit yang luar biasa. Namun, jika rasa sakit itu hilang, mereka jadi lupa dengan keinginannya itu. Menghadapi mati itu tidak mudah dan tidak segampang yang dibayangkan. Bahkan banyak orang takut mati bila mati itu benar-benar datang!” “Tapi bapakku kayaknya tidak takut lagi,Pak.

Dia bahkan pernah mencoba menantang maut dengan meminum obat melebihi takaran…” “Ah,masak?” “Benar,Pak! Simbok saya yang ngasih tahu.Waktu mau memberi obat bapak, tahu-tahu obatnya sudah habis. Ketika dicari di bawah kolong meja tidak ada. Ternyata diminum semua sama bapak saya. Alasannya, biar cepat sembuh. Padahal dengan minum obat melebihi dosis sama saja bunuh diri!” Pak RT manggut-manggut.Kecurigaan Pardi bahwa bapaknya berniat bunuh diri tampaknya menjadi satu-satunya kemungkinan yang masuk akal.

Tapi yang jadi pertanyaan, kalau benar Mbah Parijan punya niat bunuh diri dan seandainya hal itu terlaksana, di mana dia melakukannya? Jika melakukan di rumah mungkin takut ketahuan.Jadi,kemungkinan dia melakukannya di tempat sepi atau jauh dari rumah. Tapi kira-kira di mana tempat itu? batin Pak RT. Bagi sebagian orang,selalu ada keinginan dan cara tersendiri dalam menghadapi kematian.Mbah Parijan mungkin ingin menghadapi kematiannya dengan khusyuk, tenang,dan tanpa gangguan dari siapa pun.

Jika dia melakukan di rumah dan tiba-tiba ada yang memergoki, lalu memberikan pertolongan padanya sehingga prosesi kematian itu pun batal, tentu sangat mengecewakan sekali. Bahkan bisa menyisakan kepedihan dan luka yang memerihkan. Lihatlah keadaan orang yang hendak bunuh diri tapi tak jadi mati? Sangat mengenaskan sekali! Memikirkan kemungkinan bahwa Mbah Parijan berniat bunuh diri, maka Pak RT kemudian mengerahkan orang-orang untuk menelusuri tempat-tempat sepi yang dikategorikan favorit bagi orang yang mau bunuh diri.

Seperti di hutan, kuburan, bukit, sungai, sendang, atau tempat-tempat keramat. Tetabuhan dari bendabenda semacam perkusi dibunyikan dengan maksud memanggil arwah Mbah Parijan. Ritual ini berlangsung sejak sore hingga malam. Obor-obor dinyalakan. Sepanjang hari penduduk kampung sibuk mencari Mbah Parijan. “Mbah Parijan! Mbah Parijaaaannnn…!” teriak orang-orang memanggil. Namun,usaha orang-orang satu kampung itu tak juga membawa hasil.

Seluruh sudut-sudut yang tersembunyi di desa itu sudah didatangi, namun sosok Mbah Parijan –sekalipun jasadnya kalau memang sudah meninggal— tak ditemukan. Keluarga Mbah Parijan hanya bisa pasrah. Mereka akhirnya melaporkan kejadian ini pada polisi. Tapi polisi yang dilapori masih memberi tenggat 2x24 jam untuk menunggu. Jika dalam dua kali dua puluh empat jam Mbah Parijan tidak pulang, polisi baru bergerak.

Pagi itu kabut tipis menyelimuti halaman rumah, pohonpohon masih kuyup oleh embun, orang-orang masih berkerudung sarung,mendadak dari pintu regol muncul sosok bayangan berjalan tertatih memasuki halaman.Mulamula Toni, cucu Mbah Semi yang masih berusia empat tahun, melihat kehadiran sosok renta itu. Dengan riang bocah itu berseru, “Itu kakek!” Ibunya yang sedang menyapu halaman tercekat mendengar ucapan sang anak.

Dia berhenti menyapu dan menoleh. Benar saja. Dia melihat sosok mertuanya berjalan menuju ke rumah. Dia lalu berseru memberi tahu semua orang. “Bapak pulang! Bapak pulaaanggg….!” Pagi hening seketika pecah oleh kehebohan. Seluruh keluarga berkumpul, para tetangga berhamburan, ingin melihat keadaan Mbah Parijan.Mbah Parijan yang jadi pusat perhatian terlihat bengong dan bingung. Seperti orang linglung.Ketika ditanya dari mana saja, orang tua itu membisu.

Tak sepatah kata terucap dari bibirnya. Dia duduk di bale bambu dengan pandangan menerawang. Keluarganya jadi iba.Mereka lalu meminta para tetangga keluar dari ruangan. Kepulangan Mbah Parijan memang melegakan hati keluarganya. Mereka senang orang tua itu telah kembali.Namun, kepulangannya itu menimbulkan keprihatinan. Laki-laki tua itu telah berubah.Dia tidak mampu lagi bicara alias gagu. Tingkah lakunya pun aneh,seperti orang linglung.

Dia seakan tidak mengenali lagi anggota keluarganya. Tapi kondisi ini coba diterima mereka. Mungkin Mbah Parijan sudah jatuh pikun! Sementara di luar berkembang cerita mengenai hilangnya Mbah Parijan selama beberapa hari. Seperti obrolan segerombol laki-laki di warung itu. “Aku yakin Mbah Parijan pergi ke alam bunian.Dia diajak siluman penghuni alam gaib. Mungkin dia telah kawin sama siluman.” “Ah, mana mungkin.

Mbah Parijan kansudah tua?” “Alam gaib tak mengenal tua muda, karena di sana waktu tidak berjalan seperti di alam nyata.Hanya orang-orang berilmu sakti bisa mendatangi tempat tak kasatmata itu!” “Mbah Parijan punya ilmu kesaktian?” “Iyalah, namanya juga orang jadul alias jaman dulu.Coba kalian tebak, berapa umur Mbah Parijan?” “Tujuhpuluh tahun!” “Salah! Umurnya sudah di atas seratus tahun!” Semua terkejut dan takjub mendengar keterangan orang itu.

Yang lain kemudian menambahi. “Mbah Parijan mungkin punya ilmu rawa rontek. Itu lo ilmu kesaktian yang bikin orang jadi sulit mati. Seperti kalian tahu, Mbah Parijan menderita komplikasi penyakit berat, tapi anehnya tak juga mati. Padahal kalau orang biasa mungkin sudah mati dari kemarin!” Apa yang dikatakan orangorang itu sesungguhnya hanya berdasar prasangka atau dugaan semata. Karena kenyataannya belum ada seorang pun membuktikan kebenarannya.

Mereka hanya menafsirkan keganjilan dan keanehan yang melingkupi kehidupan Mbah Parijan.Walau demikian, cerita itu sudah kadung merasuk ke dalam jiwa orangorang. Mereka pun meyakini hal ini.Mereka percaya Mbah Parijan punya ilmu rawa rontek dan percaya orang tua itu telah kawin dengan manusia siluman penghuni alam bunian! “Dan tahukah kalian, orang yang punya ilmu rawa rontek baru bisa mati kalau ilmunya sudah diturunkan atau ditransfer kepada orang lain!” kata orang itu membuat orang-orang makin yakin dan takjub.

Sejak tersebar kasak-kusuk bahwa Mbah Parijan memiliki ilmu rawa rontek dan dapat menembus alam gaib, banyak orang berdatangan ke rumah orang tua itu. Mereka bukan hanya datang dari daerah setempat, tapi juga dari luar daerah. Mereka juga berasal dari berbagai kalangan. Ada pejabat, pengusaha,PNS,guru,polisi, tentara, buruh, bahkan pengangguran. Mereka berkeinginan bisa mewarisi ilmu rawa rontek milik Mbah Parijan. Mereka rela mengantre menghadap orang tua itu di biliknya.

Keluarga Mbah Parijan pun tak kuasa menghalangi kedatangan mereka. Karena mereka yang datang tak segan memberikan uang dalam jumlah tak sedikit. Mereka pun tak kecewa meski Mbah Parijan tak juga mau bicara, mereka akan datang lagi di waktu lain. Konon,tanda bahwa Mbah Parijan sudah mewariskan ilmunya bila orang tua itu mau bicara pada orang yang dianggap tepat sebagai pewaris. Dan kenyataan, meski sudah puluhan orang sowan kepadanya tak satu pun berhasil mendengar sepatah kata dari orang tua itu.

Keluarga Mbah Parijan sebenarnya tak yakin orang tua itu punya ilmu rawa rontek.Sebab,mereka tak pernah mendengar langsung dari mulut Mbah Parijan. Anak-anaknya pun tak pernah melihat ayah mereka mempraktekkan ilmunya.Yang mereka tahu, ayah mereka petani ulet. Beliau juga tak pernah sakit selama mudanya. Baru pada usia tua ini jatuh sakit. Dan anehnya, begitu jatuh sakit segala jenis penyakit bersarang di tubuhnya. Mungkin itu sebagai pertanda bahwa dia harus segera mewariskan ilmunya agar jalan menuju kematian lebih mudah!

*** Malam itu… Pardi terjaga dari tidur. Dia turun dari ranjang dan berniat ke belakang.Ketika akan melewati ruang tengah, dia tercekat mendengar sayup suara orang bercakap- cakap di dalam kamar Mbah Parijan, ayahnya. Penasaran Pardi menghampiri dan menyibak kain gordin yang menutup pintu. Dan matanya terbelalak melihat Toni,putranya yang masih empat tahun, berdiri di dekat ranjang kakeknya.

Sementara Mbah Parijan berbaring dengan mata terpejam. “Ngapain kamu di sini?” tanya Pardi pada putranya. “Kakek tadi memanggil Toni,” jawab anak itu dengan lugu. Penasaran Pardi mendekati ayahnya dan memegang tubuhnya. Wajahnya berubah pucat pasi, tubuh ayahnya sedingin es dan tak bergerak sama sekali.Dia semakin yakin ayahnya telah berpulang. Tapi yang membuatnya shock, sebelum mati ayahnya sempat berbicara pada Toni. Cerita orang tentang ilmu rawa rontek memenuhi benaknya.Kengerian, ketakutan, sekaligus kegundahan bercampur aduk dalam hatinya. Dia lalu memandang putranya seksama seperti memandang sosok menyeramkan

RAWA RONTEK

Kabar hilangnya Mbah Parijan menggegerkan kampung kecil itu.Laki-laki yang sudah tua dan sakitsakitan itu terakhir kali diketahui oleh keluarganya masih berada di kamarnya pada pagi tadi.

Saat semua orang sibuk bekerja di sawah, Mbah Parijan sendirian di rumah.Ketika Mbah Semi, istrinya, pulang dari sawah dan tidak mendapati suaminya berada di kamar,spontan perempuan itu jadi panik. Seluruh anggota keluarga dan para tetangga dikerahkan untuk mencarinya. Hingga sore Mbah Parijan belum ditemukan.Tempat-tempat yang biasa didatangi oleh orang tua itu nihil, begitu juga di rumah famili atau kerabat.

Tapi orangorang tak yakin Mbah Parijan pergi jauh dari rumah. Sebab, dengan kondisi badan yang masih sakit dan lemah mustahil laki-laki tua itu bepergian jauh. Kecuali kalau ada yang mengajaknya pergi dengan naik kendaraan. Namun, para tetangga kiri kanan tidak ada yang melihat Mbah Parijan pergi dengan seseorang. “Jika tidak seorang pun yang tahu dia pergi ke mana, lalu menghilang ke mana Mbah Parijan…?” celetuk seseorang dengan nada bingung dan heran.

Tak ada yang menjawab celetukan orang itu.Semua orang pun bingung dan tak tahu, ke mana mencari Mbah Parijan.Mereka sudah berkeliling desa, tapi hasilnya nihil. Mereka kemudian kembali lagi ke rumah Mbah Parijan untuk memberikan laporan. Namun sayang, tak satu pun yang memberikan jawaban memuaskan. Mbah Semi tak kuasa menahan tangis kesedihan. “Oalah, Pakne.

Kelayapan ke mana saja sih kamu.Sudah tua dan sakit-sakitan kok ya pergi dari rumah…,” Mbah Semi tergugu di atas bale-bale. “Jangan-jangan Mbah Parijan digondol wewe?” ujar seseorang dengan seenaknya. “Huss, masak siang-siang ada wewe!”sergah yang lain. “Iya,nih.Kamu itu kalau omong jangan ngawur. Yang namanya wewe itu biasa nggondol anak kecil, bukan orang dewasa kayak Mbah Parijan. Lagi pula sangat tidak masuk akal ada orang setua Mbah Parijan dibawa lelembut!” ujar Pak RT.

“Habis, ke mana Mbah Parijan pergi? Masak kita semua tidak ada yang tahu di mana keberadaan Mbah Parijan?” Semua orang terdiam.Tak ada yang mampu memberikan jawaban. Kepergian Mbah Parijan yang amat misterius ini memang menimbulkan banyak tanda tanya. Menumbuhkan berbagai spekulasi dan dugaan yang beraneka ragam. Namun, tak satu pun menuju kepada suatu kesimpulan.Semua orang hanya sibuk merekareka.

Kepergian Mbah Parijan tanpa pesan dan jejak menjadi sebuah misteri tersendiri. Tiba-tiba Pardi, anak tertua Mbah Parijan, menyeret tangan Pak RT ke sudut rumah. Dengan suara berbisik-bisik seolah takut kedengaran oleh yang lain, lakilaki empat puluhan tahun itu bicara pada Pak RT. “Begini, Pak RT. Saya curiga, jangan-jangan bapak saya mau mencari jalan pintas!” “Mencari jalan pintas bagaimana maksudmu?” tanya Pak RT tak mengerti. “Ya,mencari jalan pintas untuk mengakhiri penderitaannya.

Seperti Pak RT tahu, bapak saya sudah lama menderita komplikasi penyakit bertahun-tahun. Dia mungkin merasa putus asa dan memilih untuk mengakhiri hidupnya…” “Bunuh diri, maksudmu?” potong Pak RT. “Ya!” “Kamu yakin, bapakmu punya niat bunuh diri?” “Yakin, Pak! Sudah beberapa hari ini dia suka meratap dan mengeluh.Tiap malam kalau pas sakitnya kumat dia suka menyebut- nyebut pengen mati. Dia merasa tak kuat lagi menanggung sakit.”

“Orang kalau lagi sakit berat terkadang tidak sadar dengan apa yang diucapkannya. Secara spontan orang sekarat bisa saja mengucap pengen mati dari pada harus disiksa dengan rasa sakit yang luar biasa. Namun, jika rasa sakit itu hilang, mereka jadi lupa dengan keinginannya itu. Menghadapi mati itu tidak mudah dan tidak segampang yang dibayangkan. Bahkan banyak orang takut mati bila mati itu benar-benar datang!” “Tapi bapakku kayaknya tidak takut lagi,Pak.

Dia bahkan pernah mencoba menantang maut dengan meminum obat melebihi takaran…” “Ah,masak?” “Benar,Pak! Simbok saya yang ngasih tahu.Waktu mau memberi obat bapak, tahu-tahu obatnya sudah habis. Ketika dicari di bawah kolong meja tidak ada. Ternyata diminum semua sama bapak saya. Alasannya, biar cepat sembuh. Padahal dengan minum obat melebihi dosis sama saja bunuh diri!” Pak RT manggut-manggut.Kecurigaan Pardi bahwa bapaknya berniat bunuh diri tampaknya menjadi satu-satunya kemungkinan yang masuk akal.

Tapi yang jadi pertanyaan, kalau benar Mbah Parijan punya niat bunuh diri dan seandainya hal itu terlaksana, di mana dia melakukannya? Jika melakukan di rumah mungkin takut ketahuan.Jadi,kemungkinan dia melakukannya di tempat sepi atau jauh dari rumah. Tapi kira-kira di mana tempat itu? batin Pak RT. Bagi sebagian orang,selalu ada keinginan dan cara tersendiri dalam menghadapi kematian.Mbah Parijan mungkin ingin menghadapi kematiannya dengan khusyuk, tenang,dan tanpa gangguan dari siapa pun.

Jika dia melakukan di rumah dan tiba-tiba ada yang memergoki, lalu memberikan pertolongan padanya sehingga prosesi kematian itu pun batal, tentu sangat mengecewakan sekali. Bahkan bisa menyisakan kepedihan dan luka yang memerihkan. Lihatlah keadaan orang yang hendak bunuh diri tapi tak jadi mati? Sangat mengenaskan sekali! Memikirkan kemungkinan bahwa Mbah Parijan berniat bunuh diri, maka Pak RT kemudian mengerahkan orang-orang untuk menelusuri tempat-tempat sepi yang dikategorikan favorit bagi orang yang mau bunuh diri.

Seperti di hutan, kuburan, bukit, sungai, sendang, atau tempat-tempat keramat. Tetabuhan dari bendabenda semacam perkusi dibunyikan dengan maksud memanggil arwah Mbah Parijan. Ritual ini berlangsung sejak sore hingga malam. Obor-obor dinyalakan. Sepanjang hari penduduk kampung sibuk mencari Mbah Parijan. “Mbah Parijan! Mbah Parijaaaannnn…!” teriak orang-orang memanggil. Namun,usaha orang-orang satu kampung itu tak juga membawa hasil.

Seluruh sudut-sudut yang tersembunyi di desa itu sudah didatangi, namun sosok Mbah Parijan –sekalipun jasadnya kalau memang sudah meninggal— tak ditemukan. Keluarga Mbah Parijan hanya bisa pasrah. Mereka akhirnya melaporkan kejadian ini pada polisi. Tapi polisi yang dilapori masih memberi tenggat 2x24 jam untuk menunggu. Jika dalam dua kali dua puluh empat jam Mbah Parijan tidak pulang, polisi baru bergerak.

Pagi itu kabut tipis menyelimuti halaman rumah, pohonpohon masih kuyup oleh embun, orang-orang masih berkerudung sarung,mendadak dari pintu regol muncul sosok bayangan berjalan tertatih memasuki halaman.Mulamula Toni, cucu Mbah Semi yang masih berusia empat tahun, melihat kehadiran sosok renta itu. Dengan riang bocah itu berseru, “Itu kakek!” Ibunya yang sedang menyapu halaman tercekat mendengar ucapan sang anak.

Dia berhenti menyapu dan menoleh. Benar saja. Dia melihat sosok mertuanya berjalan menuju ke rumah. Dia lalu berseru memberi tahu semua orang. “Bapak pulang! Bapak pulaaanggg….!” Pagi hening seketika pecah oleh kehebohan. Seluruh keluarga berkumpul, para tetangga berhamburan, ingin melihat keadaan Mbah Parijan.Mbah Parijan yang jadi pusat perhatian terlihat bengong dan bingung. Seperti orang linglung.Ketika ditanya dari mana saja, orang tua itu membisu.

Tak sepatah kata terucap dari bibirnya. Dia duduk di bale bambu dengan pandangan menerawang. Keluarganya jadi iba.Mereka lalu meminta para tetangga keluar dari ruangan. Kepulangan Mbah Parijan memang melegakan hati keluarganya. Mereka senang orang tua itu telah kembali.Namun, kepulangannya itu menimbulkan keprihatinan. Laki-laki tua itu telah berubah.Dia tidak mampu lagi bicara alias gagu. Tingkah lakunya pun aneh,seperti orang linglung.

Dia seakan tidak mengenali lagi anggota keluarganya. Tapi kondisi ini coba diterima mereka. Mungkin Mbah Parijan sudah jatuh pikun! Sementara di luar berkembang cerita mengenai hilangnya Mbah Parijan selama beberapa hari. Seperti obrolan segerombol laki-laki di warung itu. “Aku yakin Mbah Parijan pergi ke alam bunian.Dia diajak siluman penghuni alam gaib. Mungkin dia telah kawin sama siluman.” “Ah, mana mungkin.

Mbah Parijan kansudah tua?” “Alam gaib tak mengenal tua muda, karena di sana waktu tidak berjalan seperti di alam nyata.Hanya orang-orang berilmu sakti bisa mendatangi tempat tak kasatmata itu!” “Mbah Parijan punya ilmu kesaktian?” “Iyalah, namanya juga orang jadul alias jaman dulu.Coba kalian tebak, berapa umur Mbah Parijan?” “Tujuhpuluh tahun!” “Salah! Umurnya sudah di atas seratus tahun!” Semua terkejut dan takjub mendengar keterangan orang itu.

Yang lain kemudian menambahi. “Mbah Parijan mungkin punya ilmu rawa rontek. Itu lo ilmu kesaktian yang bikin orang jadi sulit mati. Seperti kalian tahu, Mbah Parijan menderita komplikasi penyakit berat, tapi anehnya tak juga mati. Padahal kalau orang biasa mungkin sudah mati dari kemarin!” Apa yang dikatakan orangorang itu sesungguhnya hanya berdasar prasangka atau dugaan semata. Karena kenyataannya belum ada seorang pun membuktikan kebenarannya.

Mereka hanya menafsirkan keganjilan dan keanehan yang melingkupi kehidupan Mbah Parijan.Walau demikian, cerita itu sudah kadung merasuk ke dalam jiwa orangorang. Mereka pun meyakini hal ini.Mereka percaya Mbah Parijan punya ilmu rawa rontek dan percaya orang tua itu telah kawin dengan manusia siluman penghuni alam bunian! “Dan tahukah kalian, orang yang punya ilmu rawa rontek baru bisa mati kalau ilmunya sudah diturunkan atau ditransfer kepada orang lain!” kata orang itu membuat orang-orang makin yakin dan takjub.

Sejak tersebar kasak-kusuk bahwa Mbah Parijan memiliki ilmu rawa rontek dan dapat menembus alam gaib, banyak orang berdatangan ke rumah orang tua itu. Mereka bukan hanya datang dari daerah setempat, tapi juga dari luar daerah. Mereka juga berasal dari berbagai kalangan. Ada pejabat, pengusaha,PNS,guru,polisi, tentara, buruh, bahkan pengangguran. Mereka berkeinginan bisa mewarisi ilmu rawa rontek milik Mbah Parijan. Mereka rela mengantre menghadap orang tua itu di biliknya.

Keluarga Mbah Parijan pun tak kuasa menghalangi kedatangan mereka. Karena mereka yang datang tak segan memberikan uang dalam jumlah tak sedikit. Mereka pun tak kecewa meski Mbah Parijan tak juga mau bicara, mereka akan datang lagi di waktu lain. Konon,tanda bahwa Mbah Parijan sudah mewariskan ilmunya bila orang tua itu mau bicara pada orang yang dianggap tepat sebagai pewaris. Dan kenyataan, meski sudah puluhan orang sowan kepadanya tak satu pun berhasil mendengar sepatah kata dari orang tua itu.

Keluarga Mbah Parijan sebenarnya tak yakin orang tua itu punya ilmu rawa rontek.Sebab,mereka tak pernah mendengar langsung dari mulut Mbah Parijan. Anak-anaknya pun tak pernah melihat ayah mereka mempraktekkan ilmunya.Yang mereka tahu, ayah mereka petani ulet. Beliau juga tak pernah sakit selama mudanya. Baru pada usia tua ini jatuh sakit. Dan anehnya, begitu jatuh sakit segala jenis penyakit bersarang di tubuhnya. Mungkin itu sebagai pertanda bahwa dia harus segera mewariskan ilmunya agar jalan menuju kematian lebih mudah!

*** Malam itu… Pardi terjaga dari tidur. Dia turun dari ranjang dan berniat ke belakang.Ketika akan melewati ruang tengah, dia tercekat mendengar sayup suara orang bercakap- cakap di dalam kamar Mbah Parijan, ayahnya. Penasaran Pardi menghampiri dan menyibak kain gordin yang menutup pintu. Dan matanya terbelalak melihat Toni,putranya yang masih empat tahun, berdiri di dekat ranjang kakeknya.

Sementara Mbah Parijan berbaring dengan mata terpejam. “Ngapain kamu di sini?” tanya Pardi pada putranya. “Kakek tadi memanggil Toni,” jawab anak itu dengan lugu. Penasaran Pardi mendekati ayahnya dan memegang tubuhnya. Wajahnya berubah pucat pasi, tubuh ayahnya sedingin es dan tak bergerak sama sekali.Dia semakin yakin ayahnya telah berpulang. Tapi yang membuatnya shock, sebelum mati ayahnya sempat berbicara pada Toni. Cerita orang tentang ilmu rawa rontek memenuhi benaknya.Kengerian, ketakutan, sekaligus kegundahan bercampur aduk dalam hatinya. Dia lalu memandang putranya seksama seperti memandang sosok menyeramkan